Senin, 04 Agustus 1997

Ahli fisika menduga ada kehidupan di Luar Bumi

Kompas, Senin, 4 Agustus 1997

Mungkin Ada Kehidupan di Luar Bumi

San Francisco, Minggu

Richard Hoover saat memberi ceramah di IUFOC. (Credit: Open Minds)
Seorang ahli fisika telah menemukan sisa-sisa organisme luar Bumi yang memfosil dalam sebuah meteorit. Temuan ini makin menguatkan bukti tentang kehidupan yang mungkin ada di luar Planet Bumi.

Ahli fisika perbintangan Richard Hoover hari Jumat (1/8) mengatakan, saat meneliti contoh-contoh meteorit Murchison yang jatuh di Australia tahun 1969, ahli fisika itu telah menemukan struktur kompleks yang menunjukkan kehidupan.

"Ini secara potensial merupakan kasus yang menunjukkan kehidupan di mana pun selain planet Bumi. Ini merupakan kemungkinan nyata yang harus dipikirkan," kata Hoover kepada Reuters dalam sebuah wawancara melalui telepon dari San Diego.

Ahli fisika di Pusat Penerbangan Antariksa George C Marshall, Huntsville, Alabama ini memperingatkan perlunya lebih banyak penelitian dan ia tidak bisa meyakini dari mana struktur mikroskopik itu berasal. Pekerjaan Hoover ini mendukung penemuan para ahli AS yang tahun lalu mengumumkan, mereka menemukan kemungkinan fosil mikroba dalam sebuah meteorit dari Mars.
Makalah ilmu pengetahuan yang disajikan Hoover dalam sebuah konferensi di San Diego minggu lalu menyimpulkan, meteorit Murchison mengandung "sebuah populasi mikrofosil asli" yang berbentuk seperti jamur, batang atau kawat filamen.

Badan yang berbentuk jamur diperkirakan menggambarkan karbon sisa bentuk biologi. Hoover menghasilkan citra bentuk-bentuk itu menggunakan mikroskop elektron dan menganalisisnya dengan spektroskopi dispersif energi sinar-X.

Bentuk tubuh itu menyerupai beberapa tipe bakteri, namun para ahli tidak bisa mengidentifikasinya seperti halnya kelompok mikrobiologi yang dikenal di Bumi. Tubuh yang menyerupai bentuk-bentuk yang tak teridentifikasi lain pernah diketemukan dalam meteorit lain oleh peneliti sebelumnya.
"Disimpulkan, populasi struktur kompleks ini mungkin menggambarkan sisa mikroorganisme luar bumi yang hidup dengan atau terkontaminasi tubuh induk meteorit Murshison dalam waktu yang bervariasi pada 4,4 milyar tahun lalu," tulis Hoover.

Tubuh induk meteorit Murchison tidak diketahui, namun Hover mengatakan adanya bukti kuat benda itu tidak berasal dari Bumi, bulan atau Mars, dan mungkin berasal dari sebuah komet atau asteroid. (Rtr/awe)

CIA Akui Bohongi Publik Amerika soal UFO

Jawa Pos, 4 Agustus 1997

Piring Terbang Itu Ternyata Pesawat Tempur Canggih

Misteri pesawat luar angkasa UFO (Unidentified Flying Object) akhirnya terungkap juga. Sebuah studi yang dilakukan CIA ternyata menyimpulkan bahwa dinas intelejen Amerika Serikat ini telah sengaja menipu publik negeri Paman Sam tentang keberadaan UFO. Tujuannya adalah untuk merahasiakan proyek pembangunan pesawat-pesawat tempur canggih seperti U-2 dan SR-71. Berikut laporan Irawan Nugroho dari Washington DC tentang hasil temuan terbaru tentang UFO yang sekian lama telah menjadi misteri bagi sebagian besar umat manusia ini.

Pernahkah Anda melihat piring terbang atau yang lebih populer dengan sebutan UFO (Unidentified Flying Object)? Walaupun ada bukti-bukti kuat mengenai makhluk angkasa luar yang mendarat di Roswell, New Mexico, pada 1950-an lalu, mungkin yang Anda lihat itu hanyalah bayangan sebuah pesawat tempur canggih Amerika Serikat yang sedang terbang tinggi.

Sebuah studi yang dilakukan Dinas Intelejen AS, CIA, telah mengungkap misteri itu. Disebutkan bahwa apa yang dilihat publik Amerika pada 1950-an dan 1960-an mengenai adanya UFO tersebut hanyalah bayangan pesawat-pesawat tempur Amerika canggih seperti jenis U-2A dan SR-71 Blackbird.

Apa yang dilakukan CIA pada waktu itu hanyalah untuk menutupi semakin banyaknya laporan mengenai adanya UFO yang tampak di langit yang begitu tinggi dengan warna kelam. Pada masa-masa Perang Dingin, Amerika ingin merahasiaan berbagai jenis pesawat tempur mereka untuk mengelabui lawan tentang kekuatan sebenarnya Angkatan Udara AS.

Laporan CIA yang baru dirilis tersebut ditulis Gerald K. Haines. Laporan tersebut muncul dalam jurnal rahasia CIA Studies of Intelligence dengan judul CIA's Role in the Study of UFO's, 1947-90. Lima tahun lalu, CIA mulai menerbitkan jurnal semacam ini sebagai bagian dari pengungkapan berbagai laporan yang sekarang ini tidak lagi diangggap rahasia (unclassified reports).

Maka, membanjirlah sejumlah besar laporan CIA yang dulunya dianggap bersifat sangat rahasia (top secret). Sebagai sejarawan yang bekerja di National Reconnaissance Office yang mengawasi proyek-proyek rahasia, apa yang diungkapkan Haines ini memang memiliki kredibilitas.

Penipuan pandangan mata yang dilakukan CIA pada 1950-an dan 1960-an ini dilakukan saat akan memanasnya Perang Dingin antara Barat dan Timur, atau antara dua kekuatan adi daya AS dan Uni Soviet. Selain publik Amerika yang mengakui sering menyaksikan adanya piring terbang ini, para pejabat pemerintah di Washington DC juga mengaku pernah melihat adanya UFO tersebut.
Dari laporan-laporan yang dikumpulkan CIA terlihat bahwa semua laporan membuktikan apa yang diidentifikasi sebagai UFO itu hanyalah dua buah pesawat tempur cangggih AS pada waktu itu. Menurut data-data dari Jane's All the Wrld's Aircraft, pesawat U-2A buatan Lockheed 1950-an ini mampu terbang pada ketinggian lebih dari 60.000 kaki dan SR-71 Blackbird mampu terbang pada ketinggian 80.000 kaki.

Padahal, pesawat komersial biasa hanya terbang pada ketinggian 30.000 kaki. Dengan kecepatan 460 mil per jam, U-2A juga mampu melakukan terbang jelajah operasional sejauh 2.200 mil. Sedangkan, SR-71 dengan kecepatan maksium lebih dari 2.000 mil per jam mampu terbang dengan jarak jelajah 2.982 mil.

Pesawat yang mampu terbang tinggi ini dibangun untuk tujuan mata-mata dengan memotret berbagai sasaran musuh di berbagai negara. Misalnya, U-2A pernah kedapatan melakukan pemotretan di atas wilayah Rusia dan ditembak jatuh pada 1960 sehingga menimbulkan ketegangan antara Uni Soviet dan AS. Antara lain, pembatalan diselenggarakannya konferensi Barat dan Timur.

Ketegangan juga sempat ditimbulkan peswat mata-mata ini di Kuba. Pada 1962, pesawat U-2A ini dikirim ke Kuba untuk memata-matai pembangunan senjata nuklir Soviet sehingga mengganggu hubungan diplomatik di antara kedua negara yang nyaris menimbulkan perang nuklir.

Dua jenis pesawat mata-mata ini berpangkalan di pangkalan yang sangat dirahasiakan di California dan Nevada. Dari pangkalan mereka ini, keduanya kemudian melakukan operasi ke berbagai negara dan berpangkalan di beberapa negara sahabat AS seperti Jerman, Prancis, dan Taiwan.

Pesawat ini membawa kamera canggih untuk memotret instalasi-instalasi militer negara musuh dan membawa pula peralatan elektronik sensitif untuk menangkap transmisi radio dan radar musuh. Pesawat ini juga dilengkapi dan dikendalikan oleh para pejabat intelejen dan diterbangkan oleh para pilot Angkatan Udara AS.

Mengapa CIA menipu publik Amerika soal adanya UFO ini? Studi ini mengemukakan bahwa daripada CIA harus berterus terang mengenai pesawat-pesawat canggih ini lebih baik melakukan pengelabuan dengan mengeluarkan laporan palsu mengenai UFO. Misalnya, jika publik melihat adanya objek yang aneh seperti apa yang terlihat mirip dengan bentuk UFO, CIA akan menyebutkan bentuk itu adalah sebuah fenomena gumpalan kristal es atau adanya perubahan temperatur udara.
Laporan yang dikeluarkan CIA ini menyebutkan, sebagian besar kesaksian soal UFO pada 1950-an dan 1960-an sebenarnya adalah pemandangan pesawat-pesawat canggih AS itu. CIA dan Angkatan Udara AS mengakui bahwa pengelabuan ini dilakukan untuk meredam kekhawatiran publik dan melindungi kepentingan proyek keamanan nasional, seperti pembangunan pesawat-pesawat tempur canggih itu.

Pesawat-pesawat canggih ini memang dicat hitam, pada waktu itu untuk mengelabui musuh. Akibatnya, cat hitam benda angkasa luar ini menimbulkan berbagai tanda tanya dan keingintahuan masyarakat. CIA mengatakan, pada awalnya, U-2A dicat warna perak. Namun, warna itu terlalu memancarkan cahaya karena sinar matahari sehingga akhirnya dicat hitam pekat. Namun, SR-71 yang kali pertama terbang pada 1964 memang dicat hitam sejak awal. Sebab itu, julukannya adalah Blackbird.

Bagaimanakah reaksi para pecinta dan pemburu UFO yang begitu getol mengikuti berbagai laporan ini? Mungkin ada sedikit kekecewaan. Namun, tidak sedikit juga yang tetap optimistis dengan laporan-laporan lama ini. Richard Hall, ketua Fund for UFO Research di Washington mengatakan bahwa apa yang dikatakan CIA ini sangat penting.

John E.Pike dari Federation of American Scientists mempertanyakan sikap pemerintah, dalam hal ini CIA dan Angkatan Udara yang melakukan pengelabuan seperti ini. Kalau memang benar apa yang dilakukan CIA, ini berarti semakin banyak penipuan yang dilakukan lembaga ini pada kasus-kasus lainnya. ''Pihak militer mungkin masih menyembunyikan sesuatu lagi,'' kata Pike sepetri dikutip New York Times Minggu kemarin.

Jika pemerintah dan publik berseteru soal ada tidaknya UFO dan sikap pemerintah yang menutup-nutupi hal ini, ada dua pendapat yang muncul. Pertama, benda-benda angkasa luar yang tampak tersebut adalah benda atau proyek rahasia yang dilakukan pemerintah Federal, termasuk pesawat tempur dan misi mata-mata lainnya. Studi yang baru dirilis CIA ini mendukung pandangan pertama ini. Kedua, mungkin pemerintah telah menemukan pesawat-pesawat makhluk angkasa luar ini, namun tetap menyembunyikannya karena khawatir masyarakat akan panik.

Sabtu, 26 Juli 1997

Tiga Warga Yemen Mengklaim Sebagai Pemilik Planet Mars Dan Gugat NASA

Sumber: Suara Pembaruan, 26 Juli 1997


SANAA - Tiga warga Yemen yang mengklaim sebagai pemilik Planet Mars, menggugat badan ruang angkasa Amerika Serikat NASA karena dianggap telah menyerbu planet merah tersebut, mingguan Al-Thawri melaporkan Kamis lalu.

Disebutkan, Adam Ismail, Mustafa Khalil dan Abdullah al-Umari telah menyerahkan berkas-berkas yang membuktikan pemilikan mereka kepada jaksa penuntut umum Yemen.

''Kami mewariskan planet itu dari nenek moyang kami yang bermukim di planet pada 3.000 tahun lalu,'' demikian surat kabar berbahasa Arab mengutip pernyataan salah seorang penggugat yang dituangkan dalam berkas tersebut.

Pesawat ruang angkasa Pathfinder milik National Aeronautics and Space Administration (NASA) Amerika Serikat mendarat di Mars pada 4 Juli lalu. Penjelajah Sojourner berhasil menjelajahi planet itu dan telah mengirim kembali foto-foto dan data untuk diteliti.

''Sojourner dan Pathfinder, milik pemerintah Amerika Serikat, telah mendarat di Mars dan menjelajahinya tanpa memberitahukan atau meminta persetujuan kepada kami,'' kata ketiga warga itu.
Ketiga warga menuntut agar secepatnya dihentikan segala operasi di Mars sampai pengadilan mengeluarkan keputusan. Mereka juga meminta, NASA menahan diri dalam me- nyingkap segala informasi menyangkut atmosfir, permukaan atau gravitasi Mars sebelum mendapat persetujuan dari mereka atau hingga keputusan pengadilan dikeluarkan. (AP/NV/S-19)

Senin, 07 Juli 1997

Ilmuwan Mengklaim: Analisis Atas Reruntuhan Pesawat Ruang Angkasa Terbukti Milik Makhluk ET

Sumber: Suara Pembaruan, 7 Juli 1997


Reuters

UFO - Juana Bravo dari Roswell menjelaskan otopsi makhluk angkasa luar yang tertinggal ketika sebuah Benda Angkasa Luar Tak Dikenal (UFO) jatuh pada tanggal 4 Juli 1947 di dekat Roswell. Roswell menyelenggarakan konvensi internasional tentang UFO untuk menandai peringatan 50 tahun peristiwa di Roswell tersebut.

ROSWELL - Ketika Mars menjadi perha- tian dunia, seorang ilmuwan mengklaim bahwa analisis terhadap reruntuhan sebuah pesawat ruang angkasa yang jatuh 50 tahun lalu di sini terbukti merupakan milik mahluk angkasa luar (extraterrstrial/ET).

Russell Vernon Clark, seorang peneliti pada Universitas California di San Diego, memperlihatkan foto-foto potongan reruntuhan itu dan hasil pengujian isotop terhadap komposisi materialnya.
Pengujian itu dilakukan bersama seorang profesor dari Universitas Stanford di California, namun pihak penyelenggara menolak menyebutkan namanya. Mereka mengatakan hal itu atas permintaannya, namun namanya akan segera diumumkan.

Sebuah benda berbentuk segitiga berwarna campuran biru, hijau gelap dan metalik ''bisa dianggap sebagai hasil buatan dan bukan terjadi secara alamiah,'' kata Clark.

''Bisa dianggap berasal dari ET,'' ujar Clark, yang menambahkan bahwa penemuan itu akan dipaparkan pada suatu jurnal ilmiah untuk mendapatkan tanggapan.

Dia mengatakan benda itu 99 persen silikon dan satu persen terbuat dari nikel, perak, seng dan germanium yang menurut pengujian isotop hal itu tidak berkaitan dengan elemen-elemen yang ditemukan di bumi. (AFP/K-6)

Selasa, 01 April 1997

Amerika Serikat Tempat Subur Ajaran Spiritual

Kompas, Selasa, 1 April 1997

Oregon, Senin. Pintu Surga, sekte milenium yang anggota-anggotanya bunuh diri pekan lalu, terutama tercatat karena tujuannya yang keras. Namun kelompok yang berkeyakinan aneh ini dihitung sebagai tambahan unsur dalam spiritualitas kontemporer di AS yang makin universal. Sekte ini percaya peradaban sekarang hancur dan bisa selamat dengan naik "piring terbang" yang menunggu mereka yang jumlahnya sedikit.

Di AS, seperti dikutip The New York Times dan dimuat dalam The Strait Times edisi Senin (31/3), keyakinan terhadap Tuhan masih populer dan kebebasan beragama dijamin. Kini AS menjadi suatu "tempat pemasaran ajaran spiritual" dan kawasan yang kompetitif di mana semua agama besar dan ajaran-ajaran kecil lainnya berburu anggota dan pengaruh.

Tidak mengherankan, AS menjadi tempat yang subur bagi lahirnya gerakan-gerakan baru. Dengan bertambahnya jumlah orang yang memenuhi panggilan agama, pemimpin spiritual yang mengundang inspirasi akan mendapatkan pendengar. Bahkan akan muncul kumpulan karena tawaran ajaran baru untuk mendapatkan arti hidup yang sempurna.

Dalam kasus-kasus tertentu jalan itu akan berakhir dengan malapetaka seperti dialami sekte Pintu Surga. Pemimpin sekte ini, Marshall Herff Applewhite mengajarkan bahwa jasad itu tak lain adalah "kendaraan" bagi jiwa untuk menjangkau tingkat rohani lebih tinggi di antara makhluk ruang angkasa.

Sebanyak 39 orang yang mati dengannya meyakini jiwanya akan meningkat menuju "Tingkat Lebih Tinggi"

Percaya UFO

Di permukaan, orang Amerika cenderung memperlihatkan kesalehan. Ketika ditanya dalam jajak pendapat, 19 dari 20 orang yakin akan Tuhan dan mayoritas responden mengaku bersembahyang secara teratur. Namun informasi itu menyesatkan karena tidak menggambarkan apa yang jadi kepercayaan penduduk AS.

J Gordon Melton, direktur Institute for the Study of American Religion di Santa Barbara, California, menyebutkan ada 2.000 kelompok agama di AS.

"Contohnya, Los Angeles hanyalah satu tempat di dunia di mana Anda dapat menemukan semua bentuk Budhisme. Bahkan tidak semua negara Asia memiliki semua bentuk Budhisme," tuturnya.
Profesor Phillip Lucas yang spesialisasinya studi agama di Stetson University, Del Land, Florida menjelaskan, "Seperti halnya kita memiliki banyak pilihan produk yang dibeli, pilihan itu pun tersedia dalam soal agama." Ia berpendapat, aneka ragam agama meluas khususnya dengan munculnya agama-agama esoterik.

Menurut Lucas, keyakinan yang dipegang Pintu Surga tidaklah unik. Ia mencatat sedikitnya 100 kelompok yang perhatian spiritualnya terhadap piring terbang. Beberapa kelompok menganggap UFO ini sebagai pesan kosmik dari wujud yang lebih tinggi di mana kepercayaan lain memberikan peran itu kepada malaikat.

Kelompok lain menganggap piring terbang dapat ditemukan dalam Injil dengan mengutip roda ruang angkasa seperti dijelaskan Nabi Ezekiel. Namun demikian tentu saja lanskap keagamaan Amerika tetap didominasi oleh Kristen dan Katolik. Hanya kini semakin banyak orang mencari sesuatu yang baru karena menurunnya penghormatan terhadap lembaga sekuler dan suci.

Ketika profesor sosiologi Robert Bellah mencari sebuah buku yang disusun dengan profesor lainnya yang berjudul Habits of The Heart: Individualism and Commitment In American Life, ia menemukan banyak orang yang mengaku "tidak beragama tapi menganut ajaran spiritual".

"Apa artinya," kata Prof Bellah yang mengajar di University of California di Berkeley, "Saya tidak menyukai lembaga keagamaan, gereja-gereja. Namun saya sangat spiritual yang berarti misalnya, percaya semua jenis UFO dan bola kristal". (TST/sep)

Rabu, 26 Februari 1997

Para Arkeolog Temukan Makam Berbentuk Piramid Di Pedalaman Altai Siberia

SUARA PEMBARUAN ONLINE - 26 FEB 1997


BARNAUL -Piramid di Rusia? Sebuah kantor berita Rusia hari Senin memberitakan bahwa para arkeolog berhasil menemukan makam berbentuk piramid di daerah pedalaman Alatai di Siberia.
Piramid berbentuk tangga, mirip dengan piramid di Amerika Latin, ditemukan pada Musim Panas lalu di Lembah Sentelek, distrik Charysh, demikian Interfax.

Penelitian selanjutnya ditemukan bahwa tanggal pembuatan bertuliskan Abad IV SM, mengutip Pyotr Shulga, kepala pusat riset ilmiah Harta Warisan.

Piramid-piramid di Siberia dibangun dari lapisan keramik yang dibungkus dengan lempengan tanah dan batu, dan berada di dalam lubang sehingga memungkinkan para pendeta mengunjungi orang yang sudah meninggal itu, katanya.

Mumi berusia 2.500 tahun juga ditemukan di kawasan yang sama di Siberia, dekat perbatasan Rusia dengan Mongolia. Para ilmuwan yakin mumi-mumi itu berasal dari suku Scythian yang mengembara di sepanjang padang rumput yang terbentang mulai dari Laut Hitam hingga Mongolia.
(AP/NV/S-19)

Rabu, 22 Januari 1997

Dosen UI raib 6 bulan, kembali dari alam gaib

Ada pengalaman yang bisa digolongkan pada kisah abduction. Tidak dikatakan kalau UFO yang menculik, hanya dikatakan bahwa yang menculik adalah orang bunian (makhluk halus). Kisahnya dimuat di majalah Liberty 1860, 21-31 Desember 1994, halaman 24-25.


DOSEN UI RAIB 6 BULAN, KEMBALI DARI ALAM GAIB

Enam bulan suaminya raib tak karuan rimbanya. Kini, Nurvidas (26) merasa bahagia karena suaminya, Ir. Abdul Aziz telah kembali dari alam gaib. Tempat tinggal keluarga itu di Jl. Singgalang no. 7 Cimanggis, Bogor. Jadi kalau ada yang ingin tahu lebih banyak tentang kebenaran ceritanya, bisa bertanya langsung ke sana.

Sejak mahasiswa Aziz telah menjadi anggota Mapala UI dan pernah bersama almarhum Norman Edwin menakhlukkan Gunung Mount Everest tahun 1991 serta puncak Rinjani dan Jaya Wijaya. Pada hari Jum'at padi, 20 Mei 1994, seperti biasa Aziz pait ke mushola Nurul Iman untuk sholat berjemaah. Sekitar pukul 05.00 ia meninggalkan rumah mengenakan baju putih bergaris-garis hitam dengan celana abu-abu. Sebelum berangkat ke mushola, sudah merupakan kebiasaan Aziz melakukan pengajian dan sholat pendahuluan di rumah. "Ma, saya ke mushola dulu ya.." ujar Aziz pada istrinya kala itu. Keluar dari rumah, Aziz membawa kunci cadangan dan istrinya tidak lelap kembali.

Anehnya, sampai jam 10 pagi, Aziz tidak kembali. Aziz juga membawa sarung dan cuma memakai sandal jepit. Istrinya mengecek ke mushola namun dikatakan bahwa Aziz pagi itu tidak datang ke sana. Segera saja keluarga dan masyarakat mencari Aziz yang hilang. Tempat mengajar Aziz juga dihubungi, begitu juga keluarga Aziz di Jakarta. Karena tidak ketemu, istrinya melaporkan kehilangan sang suami ke Polsek Cimanggis.

Nurvidas kemudian menghubungi berbagai paranormal. "Mereka umumnya mengatakan suami saya diculik makhluk halus yang disebut orang bunian, tetapi sangat sulit untuk dikembalikan ke alam nyata," ujar Nurvidas. Kebanyakan paranormal itu minta imbalan yang tidak sedikit namun tidak membawa hasil. Beberapa kali dikerjai dukun, membuat Nurvidas pasrah. Terkahir, setelah membaca majalah Liberty, Nurvidas mengetahui ada paranormal yang bernama H. LeoKullit, yang beralamatkan di Jl. Cempaka Putih Tengah 33-C no.8, Jakpus. Menurut paranormal itu, Aziz diculik makhluk halus atas perintah seorang dukun yang menerima order dari seorang pelanggan. Pelanggan tersebut adalah seorang janda yang tergila-gila pada kesuksesan Aziz. Dosen itu disembunyikan di sebuah tempat di tengah hutan. Ia tidak sadar dengan apa yang terjadi pada dirinya. "Karena kuatnya ilmu itu, membuat Aziz lupa diri dan sulit untuk kembali ke rumahnya," kata paranormal itu.

Selama sebulan Nurvidas melakukan komunikasi dengan paranormal itu. Tak sampai sebulan kemudian, tiba-tiba Aziz pulang secara utuh ke rumah orangtuanya dengan kondisi memperihatinkan sekali. Ia lupa tentang dirinya dan ia tidak tahu siapa yang mengantar dirinya kembali ke rumah. Ia juga tidak tahu kemana saja selama 6 bulan itu dia berada. Hal itu masih menjadi misteri sampai berita ini diturunkan.


Diskusi:
Mungkinkah Ir. Abdul Aziz hanya mengaku-ngaku bahwa dia tidak sadar atau lupa dengan keberadaan dirinya selama 6 bulan?
Benarkah apa kata paranormal bahwa Ir. Abdul Aziz diculik makhluk halus?
Mungkinkah Ir. Abdul Aziz diculik oleh makhluk halus atau kalau diluar negeri dianggap diculik alien?

Minggu, 12 Januari 1997

Fenomena ET dan UFO dalam Film tak Lagi Satu Dimensi

Kompas, Minggu, 12 Januari 1997

DARI berbagai teka-teki yang ada dalam kehidupan manusia, teka-teki tentang kedatangan makhluk dari planet lain ke planet Bumi hingga saat ini belum terjawab. Meskipun telah berbagai upaya dilakukan untuk mengungkapkannya, tiadanya bukti nyata membuat keberadaan makhluk yang kemudian digeneralisasikan sebagai ET (extra terrestrial being) dan UFO (unidentified flying object) itu terus menjadi teka-teki.
Misteri inilah yang menarik industri film untuk membuat penafsiran masing-masing tentang ET dan UFO tersebut. Sejak tahun 1955 sampai akhir abad ke-20, sudah ratusan film maupun film seri bertemakan fenomena UFO dibuat dalam berbagai judul. Ada This Island Earth (1955), War of the World (1953), dan terakhir adalah film sukses Independent Day (1996) serta serial X-Files di televisi.
Apa yang menarik dari pembuatan film-film tersebut? Jika disimak sejak dari This Island Earth sampai Independent Day pendekatan cerita terhadap fenomena UFO ternyata nyaris sama, yaitu didasarkan pada kekhawatiran manusia di planet Bumi terhadap makhluk-makhluk asing dari planet lain.

Pada tahun 1950-an sampai 1970-an, penggambaran makhluk ET dan UFO bahkan terbilang sangat mengerikan. Makhluk-makhluk ET itu dalam War of The World, misalnya, digambarkan bisa masuk dan menguasai tubuh manusia seperti halnya roh yang masuk ke tubuh manusia. Mereka bisa sembuh dengan cepat sekali jika dilukai, bahkan ada yang digambarkan tidak mempan ditembak. Penggambaran fisik mereka pun tak ubahnya gambaran setan yang mengerikan. Misalnya, mempunyai semacam tanduk di kepala yang bisa melilit seperti dalam film Species, atau kepalanya tampak seperti bentuk otak manusia.

Penggambaran mengerikan tersebut terjadi karena pada masa-masa itu memang pemahaman manusia mengenai UFO dan ET belum banyak. Pengalaman beberapa nara sumber yang merasa dirinya diculik makhluk ET, diterjemahkan menjadi gambaran makhluk ET yang jahat.
Bagaimana dengan gambaran sekarang?

Beruntunglah insan-insan perfilman sekarang ini karena sudah cukup banyak organisasi yang secara khusus berusaha memahami fenomena ET dan UFO tersebut. Jumlah pengakuan saksi yang semakin banyak, penggambaran yang semakin beragam, mulai mengarah pada suatu gambaran yang lebih baik tentang fenomena ET dan UFO. Steven Spielberg barangkali bukan sineas pertama yang mau mendengarkan nara sumber dalam fenomena tersebut secara mendalam. Akan tetapi Spielberglah yang dengan sangat berhasil menampilkan sosok ET yang bersahabat dengan manusia.
Pendekatan ET yang lebih bersahabat itu cukup berpengaruh terhadap cara pandang sineas-sineas lain terhadap fenomena UFO dan ET. Meskipun demikian, penggambaran sebagai makhluk jahat memang tetap dominan, antara lain karena unsur konflik dan aksi menjadi modal utama banyak pembuat film untuk menarik pemirsa. Film Alien dan The Abyss, misalnya, cukup sukses mempertegas citra makhluk ET yang jahat dan bermaksud menguasai bumi. Akan tetapi unsur penyeimbang yang memperlihatkan pendekatan seperti Spielberg pun mulai bermunculan, misalnya film Coneheads, Fire in The Sky dan Alien Nation.

***
 
JIKA melihat perkembangan film bertemakan UFO dan ET akhir-akhir ini, perubahan memang sudah banyak terlihat. Dalam banyak serial, contohnya Alf, makhluk ET dan fenomena UFO sudah sering ditampilkan sebagai makhluk yang sangat bersahabat dengan manusia. Makhluk angkasa luar, dalam beberapa film, juga sudah biasa ditampilkan secara komedi.

Hal itu tak bisa dilepaskan dari peran para saksi dan peneliti ET dan UFO dari seluruh bagian dunia yang umumnya berupaya menumbuhkan persepsi bahwa makhluk ET dan UFO adalah makhluk yang berusaha untuk bersahabat dengan manusia di bumi. Konon tamu-tamu dari luar angkasa itu tidak bermaksud untuk menguasai bumi, tetapi berusaha mempelajari kehidupan di Bumi untuk menjaga kelangsungan hidup spesies mereka di rumah asalnya.

Bila kemudian film Independent Day menampilkan kembali ET sebagai makhluk yang mempunyai sifat agresif-destruktif dan penggambaran makhluknya dibuat cukup mengerikan, itu agaknya bagian dari upaya bisnis untuk menghadirkan kembali kengerian dan aksi di tengah penonton yang saat ini barangkali sudah banyak berubah pendapat mengenai makhluk ET dan UFO. Mudah pula untuk ditebak, bahwa kecenderungan untuk menampilkan kembali gambaran UFO dan ET seperti tahun 1960/1970-an agaknya akan terlihat kembali pada beberapa waktu mendatang.

Bagaimanapun penggambaran makhluk ET dan UFO di layar bioskop dan layar TV, kini penilaian masing-masing penonton terhadap fenomena UFO dan ET sudah tidak lagi satu dimensi. Dengan demikian, histeria massa terhadap tayangan bertemakan UFO dan ET sebagaimana pernah terjadi pada tahun 1950-an lewat siaran radio Invasion From Mars sangat kecil kemungkinannya akan terjadi lagi.

Di luar tayangan film, berbagai informasi sekitar fenomena UFO dan ET kini juga semakin mudah dijumpai. Informasi-informasi itu jelas akan membantu bagaimana "reaksi" penonton terhadap tontonan film bertemakan ET dan UFO. Anda boleh percaya atau tidak, yang jelas fenomena ET dan UFO sudah bukan menjadi otoritas dunia perfilman semata. Dia sudah menjadi bagian dari pengetahuan dan penelitian serius sejumlah orang. (Films in Review/oki)

Popular Posts