Kompas, Minggu, 12 Januari 1997
DARI berbagai teka-teki yang ada dalam kehidupan manusia, teka-teki
tentang kedatangan makhluk dari planet lain ke planet Bumi hingga
saat ini belum terjawab. Meskipun telah berbagai upaya dilakukan
untuk mengungkapkannya, tiadanya bukti nyata membuat keberadaan
makhluk yang kemudian digeneralisasikan sebagai ET (
extra terrestrial
being) dan UFO (
unidentified flying object) itu terus
menjadi teka-teki.
Misteri inilah yang menarik industri film untuk membuat penafsiran
masing-masing tentang ET dan UFO tersebut. Sejak tahun 1955 sampai
akhir abad ke-20, sudah ratusan film maupun film seri bertemakan
fenomena UFO dibuat dalam berbagai judul. Ada
This Island Earth
(1955),
War of the World (1953), dan terakhir adalah film
sukses
Independent Day (1996) serta serial
X-Files
di televisi.
Apa yang menarik dari pembuatan film-film tersebut? Jika disimak
sejak dari
This Island Earth sampai
Independent Day
pendekatan cerita terhadap fenomena UFO ternyata nyaris sama,
yaitu didasarkan pada kekhawatiran manusia di planet Bumi terhadap
makhluk-makhluk asing dari planet lain.
Pada tahun 1950-an sampai 1970-an, penggambaran makhluk ET
dan UFO bahkan terbilang sangat mengerikan. Makhluk-makhluk ET itu dalam
War of The World, misalnya,
digambarkan bisa masuk dan menguasai tubuh manusia seperti halnya
roh yang masuk ke tubuh manusia. Mereka bisa sembuh dengan cepat
sekali jika dilukai, bahkan ada yang digambarkan tidak mempan
ditembak. Penggambaran fisik mereka pun tak ubahnya gambaran setan
yang mengerikan. Misalnya, mempunyai semacam tanduk di kepala
yang bisa melilit seperti dalam film
Species, atau kepalanya
tampak seperti bentuk otak manusia.
Penggambaran mengerikan tersebut terjadi karena pada masa-masa
itu memang pemahaman manusia mengenai UFO dan ET belum banyak.
Pengalaman beberapa nara sumber yang merasa dirinya diculik makhluk
ET, diterjemahkan menjadi gambaran makhluk ET yang jahat.
Bagaimana dengan gambaran sekarang?
Beruntunglah insan-insan perfilman sekarang ini karena sudah
cukup banyak organisasi yang secara khusus berusaha memahami fenomena
ET dan UFO tersebut. Jumlah pengakuan saksi yang semakin banyak,
penggambaran yang semakin beragam, mulai mengarah pada suatu gambaran
yang lebih baik tentang fenomena ET dan UFO. Steven Spielberg
barangkali bukan sineas pertama yang mau mendengarkan nara sumber
dalam fenomena tersebut secara mendalam. Akan tetapi Spielberglah
yang dengan sangat berhasil menampilkan sosok ET yang bersahabat
dengan manusia.
Pendekatan ET yang lebih bersahabat itu cukup berpengaruh terhadap
cara pandang sineas-sineas lain terhadap fenomena UFO dan ET.
Meskipun demikian, penggambaran sebagai makhluk jahat memang tetap
dominan, antara lain karena unsur konflik dan aksi menjadi modal
utama banyak pembuat film untuk menarik pemirsa. Film
Alien
dan
The Abyss, misalnya, cukup sukses mempertegas citra
makhluk ET yang jahat dan bermaksud menguasai bumi. Akan tetapi
unsur penyeimbang yang memperlihatkan pendekatan seperti Spielberg
pun mulai bermunculan, misalnya film
Coneheads,
Fire
in The Sky dan
Alien Nation.
***
JIKA melihat perkembangan film bertemakan UFO dan ET akhir-akhir
ini, perubahan memang sudah banyak terlihat. Dalam banyak serial,
contohnya
Alf, makhluk ET dan fenomena UFO sudah sering
ditampilkan sebagai makhluk yang sangat bersahabat dengan manusia.
Makhluk angkasa luar, dalam beberapa film, juga sudah biasa ditampilkan
secara komedi.
Hal itu tak bisa dilepaskan dari peran para saksi dan peneliti
ET dan UFO dari seluruh bagian dunia yang umumnya berupaya menumbuhkan
persepsi bahwa makhluk ET dan UFO adalah makhluk yang berusaha
untuk bersahabat dengan manusia di bumi. Konon tamu-tamu dari
luar angkasa itu tidak bermaksud untuk menguasai bumi, tetapi
berusaha mempelajari kehidupan di Bumi untuk menjaga kelangsungan
hidup spesies mereka di rumah asalnya.
Bila kemudian film
Independent Day menampilkan kembali
ET sebagai makhluk yang mempunyai sifat agresif-destruktif dan
penggambaran makhluknya dibuat cukup mengerikan, itu agaknya bagian
dari upaya bisnis untuk menghadirkan kembali kengerian dan aksi
di tengah penonton yang saat ini barangkali sudah banyak berubah
pendapat mengenai makhluk ET dan UFO. Mudah pula untuk ditebak,
bahwa kecenderungan untuk menampilkan kembali gambaran UFO dan
ET seperti tahun 1960/1970-an agaknya akan terlihat kembali pada
beberapa waktu mendatang.
Bagaimanapun penggambaran makhluk ET dan UFO di layar bioskop
dan layar TV, kini penilaian masing-masing penonton terhadap fenomena
UFO dan ET sudah tidak lagi satu dimensi. Dengan demikian, histeria
massa terhadap tayangan bertemakan UFO dan ET sebagaimana pernah
terjadi pada tahun 1950-an lewat siaran radio
Invasion From
Mars sangat kecil kemungkinannya akan terjadi lagi.
Di luar tayangan film, berbagai informasi sekitar fenomena
UFO dan ET kini juga semakin mudah dijumpai. Informasi-informasi
itu jelas akan membantu bagaimana "reaksi" penonton
terhadap tontonan film bertemakan ET dan UFO. Anda boleh percaya
atau tidak, yang jelas fenomena ET dan UFO sudah bukan menjadi
otoritas dunia perfilman semata. Dia sudah menjadi bagian dari
pengetahuan dan penelitian serius sejumlah orang.
(Films in
Review/oki)