Tampilkan postingan dengan label UFO jatuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UFO jatuh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Februari 2023

Apa yang sesungguhnya terjadi di Roswell tahun 1947?

Informasi ini diperoleh dari dokumen Pulsar Project

Update Peristiwa Jatuhnya Pesawat Alien di Roswell.

Radar Jarak Jauh jenis ini digunakan oleh berbagai program NASA untuk melacak misil dan satelit . Dengan menggunakan loop umpan balik, radar ini dapat mengikuti target secara otomatis saat “Terkunci”.

 

Ini adalah jenis radar eksperimental yang digunakan oleh militer di beberapa Pangkalan Angkatan Udara utama di New Mexico selama tahun 1947 terutama selama bulan Juni, Juli, September dan Oktober tahun itu, menjelang dan saat terjadinya insiden Roswell.


Diagram di atas menunjukkan jenis tampilan radar yang tersedia untuk operator stasiun radar dari jenis radar ini.

Radar jenis ini mampu menghasilkan hasil yang spesifik dengan hasil bencana untuk Alien Identified Craft, ( AlCs ), karena hal ini menyebabkan kerusakan total pada sistem propulsi beberapa IAC . Pesawat khusus ini bekerja dengan tenaga geomagnetik.

Propulsi Geomagnetik - Dengan memiliki dua loop arus elektromagnetik, primer berada di sekitar diameter IAC dan sekunder tegak lurus dengan loop primer.

Jadi kedua loop bersama-sama memberikan stabilitas dan melayang untuk mengontrol pesawat.

Ini adalah penyebab utama kecelakaan di Roswell. Tabrakan dengan dua (2) pesawat yang disebabkan oleh malfungsi Propulsi Geomagnetik.

 Urutan berikut adalah representasi kecelakaan Roswell. Dua (2) AlC bertabrakan karena kerusakan Geomagnetik , karena emisi stasiun radar militer: 

Kedua pesawat itu bertabrakan di udara karena radar yang menyebabkan tidak berfungsinya AIC pada sistem Propulsi Geomagnetik, Pemindai, dan Sensor. Ini menyebabkan AlC terbang buta dan di luar kendali.

Karena gagal berfungsi dan terbang buta, kedua AIC saling bertabrakan di udara.

Satu pesawat hancur berantakan karena benturan dengan AIC lainnya. Sementara AIC yang satu lagi rusak parah dan jatuh beberapa saat kemudian. 

 


Senin, 17 Januari 2022

Varginha UFO Incident (20 Januari 1996)

 

Ilustrasi oleh Nur Agustinus

Penampakan dan Penangkapan Alien di Brazil saat Pesawat UFO terjatuh. Pada tahun 1996 di Varginha, Brazil, di laporkan bahwa sejumlah Alien telah di tangkap setelah pesawat UFO milik Alien terjatuh.  Penduduk setempat telah mengklaim bahwa sejumlah Alien berkeliaran di jalan jalan kota pada 20 Januari 1996.  Militer Brazil di bantu dengan petugas pemadam kebakaran setempat menjelaskan bahwa telah terjadi kecelakaan terhadap pesawat UFO yang terjatuh, dan kabar tentang berita itu bahwa tidak semua Alien dapat di tangkap, beberapa Alien sempat melarikan diri ke hutan terdekat. Di laporkan bahwa total dari 8 Alien yang berada di pesawat yang terjatuh tersebut menjelaskan bahwa 1 Alien tewas, 2 Luka luka dan 5 Alien telah melarikan diri sebelum di tangkap.

Pers Brazil memberitakan bahwa setidaknya 100-200 orang telah menjadi saksi mata atas Jatuhnya pesawat UFO di Varginha.   Laporan ini di klaim sebagai penampakan Alien dengan Kepala besar dan tubuh yang sangat tipis, serta kaki yang berbentuk huruf V, kulit coklat dan mata besar yang berwarna merah. Menurut keterangan John Carpenter dan Ricardo Varela Correa bahwa pada tanggal 20 Januari, setelah tengah malam tepatnya sekitar jam 01:30 dinihari. Pasangan Augusta dan Eurico Rodrigues yang tinggal di distrik coffe yang terletak 10 kilo meter barat laut dari kota Varginha.  terbangun dan hendak memeriksa kandang sapi dan dombanya.  Saat mereka melihat ke luar jendela mereka melihat banyak hewan berlari tak tentu arah.  Dan saat mereka melihat ke atas langit terlihat pasawat UFO yang diam tanpa Lampu. John Carpenter menjelaskan bahwa pesawat UFO tersebut berbentuk seperti kapal selam sebesar mini-bus. Pesawat tersebut terlihat bergoyang goyang dan mengeluarkan asap dan kurun setidaknya 5 meter dari atas tanah sebelum akhirnya terjatuh.  Seorang saksi dari Militer menjelaskan dia mengakui bahwa dia membersihkan puing puing material bekas pesawat UFO yang terjatuh.

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/Varginha_UFO_incident
https://www.adasaja.net/2016/04/penangkapan-alien-saat-pesawat-ufo-terjatuh.html
http://g1.globo.com/mg/sul-de-minas/noticia/2016/01/et-de-varginha-caso-completa-20-anos-com-misterios-e-incertezas.html

Sabtu, 15 Januari 2022

UFO yang jatuh

Ilustrasi UFO yang jatuh oleh Vito Pranaya

Banyak kasus dilaporkan mengenai jatuhnya pesawat UFO ke bumi dan diketemukan ufonautnya, ada yang dalam keadaan sudah mati dan ada juga yang masih hidup. Salah satu kasus UFO jatuh yang paling kontroversial adalah yang jatuh di Roswell, New Mexico, AS, di bulan Juli 1947.

Gambar adalah ilustrasi tentang sebuah UFO yang jatuh. Beberapa kasus UFO yang jatuh menurut sumber "UFOs, Just the Facts":

1939-46, Spitzenbergen, Norwegia
4 Juli 1947, Roswell, New Mexico 4 alien mati
13 Feb 1948, Aztec, New Mexico 12 alien mati
7 Juli 1948, Mexico so. of Laredo 1 alien mati
1949, Aztec, New Mexico 1 EBE hidup
1952, Spitzenbergen, Norwegia 2 alien mati
14 Agst 1952, Ely, Nevada 16 alien mati
10 Sep 1950, Albuquerque, New Mexico 3 alien mati
18 April 1953, S.W. Arizona tak ada alien
20 Mei 1953, Kingman, Arizona 1 alien mati
19 Juni 1953, Laredo, Texas 4 alien mati
10 Juli 1953, Johanesburg, Afrika Selatan 5 alien mati
13 Okt 1953, Dutton, Montana 4 alien mati
5 Mei 1955, Brighton, Inggris 4 alien mati
18 Juli 1957, Carlsbad, New Mexico 4 alien mati
1961 Timmensdorfer, Jerman 12 alien mati
12 Juni 1962, Holloman, AFB, New Mexico 2 alien mati
10 Nop 1964, Ft. Riley, Kansas 9 alien mati
27 Okt 1966, N.W. Arizona 1 alien mati
1966-1968, 5 UFO jatuh area INKYOH 3 alien mati
18 Juli 1972, Marroco Padang Pasir Sahara 3 alien mati
10 Juli 1973, NW Arizona 5 alien mati
25 Agst 1974, Chihuahua, Mexico ? alien mati
12 Mei 1976, Padang Pasir Australia 4 alien mati
22 Juni 1977, NW Arizona 5 alien mati
5 April 1977, SW Ohio 11 alien mati
17 Agst 1977, Tobasco, Meksiko 2 alien mati
Mei 1978, Bolivia tak ada alien
Nop 1988, Afganistan 7 alien mati
Mei 1989, Afrika Selatan 2 EBE hidup
Juni 1989, Afrika Selatan 2 EBE hidup
Juli 1989, Siberia 9 EBE hidup
2 Sep 1990, Megas Platonos, Yunani
Nop 1992, Long Island, New York

EBE = Extra-terrestrial Biological Entities. Nama yang diberikan untuk alien yang jatuh di Aztec, New Mexico, di tahun 1949 dan diketemukan selamat. Ia hidup sekitar setahun dan mati dalam tahanan.

Sumber:
http://www.v-j-enterprises.com/ufocrash.html
Referensi lain:
http://ufoevidence.org/documents/doc1685.htm
http://ufoevidence.org/documents/doc1679.htm

Kamis, 29 Juli 2021

Misteri Insiden UFO Kecksburg

 

Selain insiden jatuhnya UFO di Roswell, Amerika. Fenomena yang tidak kalah populer terjadi di negara tersebut adalah peristiwa Insiden jatuhnya UFO Kecksburg di Pennsylvania pada 5 Desember 1965, kejadian ini mendapatkan banyak perhatian dan sempat menjadi isu nasional lantaran disebabkan banyaknya saksi yang melihat dan juga keterlibatan polisi dan pihak militer yang seolah menyembunyikan benda yang sebagian orang percaya adalah UFO.

Kejadiannya sendiri berlangsung pada sore hari pada pukul 16.47 waktu setempat terdapat cahaya menyilaukan dari bola api--sebagian ada yang mengatakan meteor--yang terbang terlihat dari Kanada,Ohio dan mendarat di hutan disertai bunyi dentuman dan menyebabkan kepulan asap berwarna biru--versi lainnya ada yang mengatakan bola api yang diduga adalah UFO meledak di udara dan menghasilkan cahaya berwarna warna hijau, kuning, dan ungu dan hasil ledakan itu jatuh di ladang gandum di Pennsylvania Barat.

Tak heran peristiwa ini pun mengundang banyak warga untuk melihat, beberapa penduduk di desa Kecksburg, salah satunya  adalah Eichler, anak berusia 13 tahun yang melihat jatuhnya benda tersebut ketika bermain baseball.

Laporan Insiden UFO Kecksburg (Atlasobscura.com)

Akhirnya tempat jatuhnya benda yang memiliki ciri berwarna tembaga sepanjang 15 kaki dengan bentuk seperti lonceng dan ada tulisan seperti  hieroglyph Mesir itu tak hanya didatangi oleh penduduk tetapi juga pemadam kebakaran, polisi negara bagian dan akhirnya militer.

Militer yang datang pun berbegas menutup daerah tersebut dan juga menghapus jejak. beberapa saksi mengatakan bahwa para anggota militer terlihat memindahkan sebuah objek besar ke sebuah truk, banyak saksi yang tidak melihat jelas objek apakah itu lantaran kesulitan akses saat militer "membersihkan" lokasi tersebut, bahkan ketika ada yang memfoto atau merekam, langsung direbut.

Tidak ada penjelasan resmi setelah kejadian tersebut, semuanya hanya berdasarkan teori. Misalnya Seorang astronom bernama Paul Annear mengatakan bola api itu kemungkinan sebuah meteor yang memasuki atmosfer bumi.

Namun setelah 40 tahun selang kejadian, yakni pada Desember 2005 silam, NASA menyatakan bahwa apa yang terjadi di Kecksburg adalah pecahan logam dari satelit Rusia yang masuk kembali ke atmosfer dan pecah. Anehnya, catatan tentang peristiwa ini hilang di tahun 90-an--hal yang membuat NASA sempat dituntut dengan alasan Freedom of Information Act. NASA kemudian setuju untuk mencari kembali catatan ini tapi akhirnya tidak ketemu sehingga fenomena ini tetap misteri.

Kasus hilangnya dokumen penting di NASA adalah hal yang kerap terjadi, salah satunya yang paling fenomenal adalah rekaman asli pendaratan Apollo 11 di bulan.

Meski demikian pakar luar angkasa,  Jim Oberg mengatakan NASA mungkin saja tidak memiliki tentang catatan terkait peristiwa tersebut lantaran saat kejadian insiden jatuhnya UFO di Kecksburg yang bertanggungjawab adalah pihak militer. 

Pendapat lain diutarakan oleh MUFON, sebuah organisasi penelitian UFO menyatakan bahwa bjek yang dilaporkan mendarat di Kecksburg adalah satelite mata-mata Angkatan Udara Amerika, namun ketika diluncurkan gagal mengorbit sehingga jatuh.

Menjadi Pop Culture

Alat peraga UFO Kecksburg , dibuat untuk acara Unsolved Mysteries, saat ini dipajang di dekat stasiun pemadam kebakaran Kecksburg (wikipedia.org).

Meski kejadian jatuhnya UFO ini masih menjadi misteri, namun peristiwa ini akhirnya menjelma menjadi pop culture di mana hampir setiap tahun orang dari penjuru dunia festival UFO tahunan di sana. 

Layaknya sebuah acara pergelaran di sana banyak orang memakain kostum Alien dan UFO, live music, kembang api, wahana permainan anak-anak serta kerajinan tangan dan suvernir bertema UFO dll.

Selain itu banyak acara stasiun televisi juga menjadikan Insiden UFO Kecksburg sebagai salah satu tayangan yang seru. Misalnya di acara Nazi UFO yang ditayangkan oleh Discovery Channel menyatakan bahwa UFO yang jatuh adalah UFO buatan Nazi bernama Die Glocke atau Bell Nazi, pesawat anti gravitasi yang dibuat menyerupai Vimana--wahana terbang itu disebut dalam kitab Ramayana dan Mahabharata.

Namun tayangan yang cukup menggemparkan adalah pada tahun 1990 di mana siaran televisi NBC berjudul Unsolved Mysteries menyibak rahasia detail tentang UFO yang jatuh tersebut semisal bentuknya seperi biji dan sebesar mobil Volkswagen Beetle serta adanya tulisan menyerupai hieroglif Mesir. Saking modalnya, mereka pun membuat Alat peraga dan kemudian dipajang di desa tersebut--yang kemudian menarik simpati turis dari negara manapun untuk mengunjungi lokasi ini. 


Sumber:

https://en.wikipedia.org/wiki/Kecksburg_UFO_incident

https://travel.detik.com/destination/d-2296174/misteri-monumen-ufo-yang-aneh-di-as

https://www.tribunnewswiki.com/2019/12/09/hari-ini-dalam-sejarah-9-desember-1965-insiden-ufo-kecksburg-bola-api-terlihat-di-langit-amerika

https://www.liputan6.com/global/read/2673546/9-12-1965-geger-bola-api-misterius-meledak-di-pennsylvania



Rabu, 20 Februari 2019

Penculikan Alien di Brasilia

Hingga saat pagi hari tanggal 15 September 1977 Antonio Rubia tak percaya akan UFO (Unidentified flying objects = Benda-benda terbang belum dikenal), namun pengemudi bis berumur 33 tahun itu terpaksa harus mengubah pendapatnya setelah itu. Ia tetap tak mengerti perihal apa sebenarnya UFO-UFO itu atau dari mana datangnya tapi ia tahu bahwa mereka itu ada karena ia telah mengalami pertemuan menyeramkan dengan beberapa dari para penumpang/paling ganjil yang pernah dilaporkan.

Peristiwa itu terjadi di paciencia, Brasilia, sebuah kota kecil sejauh 28 mil di sebelah utara kota Rio de Janeiro, di sebuah lapangan sepak-bola yang gelap gulita sejauh kira-kira 220 yard dari rumah tinggal orang yang mengalaminya. Kisahnya yang diselidiki Irene Granchi untuk Aerial Phenomena Research Organization (Organisasi Riset Fenomena Angkasa) berlangsung sebagai berikut: Pada jam 2.00 pagi hari Kamis tanggal 15 September Antonio La Rubia bangun hati-hati sekali agar supaya tak mengganggu istrinya yang sedang tidur dan anaknya, pergi membersihkan diri lalu berangkat menuju jalan besar untuk menumpang bis ke tempat pekerjaannya, yakni Oriental Bus Company. Di tengah perjalanan menuju jalan besar itu ia melihat suatu benda di lapangan didekatnya yang pada mulanya dikiranya hanya sebuah bis. Tapi ketika ia mulai melangkah menuju benda tersebut ia tiba-tiba sadar bahwa ia sedang mengawasi sesuatu yang sama sekali tak pernah dilihatnya selama hidup. Benda tersebut, apa pun sebenarnya, demikian besar hingga hampir menutupi seluruh lapangan itu.

Dengan rasa amat ketakutan La Rubia melangkah mundur dua kali dan siap untuk lari. Tepat pada saat itu juga suatu sinar warna biru terang menyoroti sekitar situ dengan amat menyilaukan: pada detik yang sama tiga sosok tubuh seperti robot muncul didekatnya.

La Rubia kemudian harinya menyatakan pada para penyidik bahwa makhluk-makhluk itu memegang pundak-pundaknya (Ia setinggi lima kaki lima inci, ukuran rata-rata pria Brasilia), maka menurut dugaannya mereka setinggi empat kaki. Namun antena-antena yang mencuat keluar dari pusat kepalanya menjulang di atas La Rubia. Kepala-kepala mereka bentuknya seperti bola sepak dan suatu sabuk membentang menyilang bagian tengah kepala dengan dilengkapi sesuatu yang tampaknya seperti sebarisan cermin-cermin kecil dalam dua jenis warna, yang satu lebih gelap daripada lainnya.

Tubuh-tubuh mereka tampak dempal, dadanya lebih lebar daripada dada La Rubia (La Rubia berotot tapi rada langsing), dan mereka memiliki anggota badan seperti lengan-lengan yang menurut pendapatnya menyerupai belalai gajah karena mengecil pada ujungnya tapi tanpa tangan atau jari-jemari. Namun ujung-ujung anggota badan ini kecilnya seperti sebuah jari biasa. Tubuh-tubuh mereka diselimuti lapisan kasar yang menyerupai sisik-sisik. Menurut pendapat La Rubia “lapisan” ini nyatanya adalah “kulit” robot-robot tersebut.

Tubuh-tubuh mereka itu rada membulat pada bagian bawahnya dan berakhir dengan hanya satu “kaki”. pendek kata mereka itu tampak begitu ganjil hingga saksi pada mulanya mengira makhluk-makhluk tersebut tengah duduk di atas sesuatu walau ia segera sadar tidak demikianlah halnya. “Kaki” tunggal itu berakhir pada suatu “panggung (platform)” yang berbentuk seperti piring. La Rubia menyamakan kaki dan platform ini dengan kursi-kursi yang dipakai di kapal-kapal dan mengatakan bahwa tubuh-tubuh mereka itu rupanya terbuat dari aluminium yang kusam.

Satu antara robot-robot itu berdiri di depan La Rubia satu lagi di sisinya dan yang ketiga dibelakangnya. Ia berusaha untuk lari tapi setelah sinar biru itu menyala ia merasa dirinya tak dapat bergerak. Ia mengayun-ayunkan lengannya ke segala arah tapi segera mengetahui ia telah disekap dalam sesuatu yang diterangkannya sebagai “Kaca tak tampak” atau sungkup kaca. Di samping lumpuhan dan rasa cemas yang masuk akal La Rubia merasa “normal”.

Sementara itu robot-robot tersebut mulai melayang di atas tanah. La Rubia melihat bahwa mereka semuanya bertubuh dan bertampang muka sama, satu-satunya perbedaan ialah bahwa salah satu diantaranya tengah memegang sesuatu yang tampaknya seperti alat suntik hipodermis. Alat suntik ini diacungkan oleh anggota badan makhluk itu dan diarahkan pada dirinya, setelah mana La Rubia merasa bergerak tanpa rasa bergerak menuju benda besar itu. Manakala ia mendekati betebedi (Benda-benda terbang belum dikenal) itu ia merasakan tubuhnya menggetar. Ia tak tahu bagaimana caranya ia masuk dalam benda tersebut: ia tiba-tiba saja menjumpai dirinya dalam sebuah lorong “aluminium” putih. Dihadapannya terdapat dinding tembus cahaya.

Dua robot menuju ke satu arah, yang ketiga ke arah lainnya; Ketika menoleh ke belakang dalam lorong itu La Rubia menampak….. melalui dinding tembus cahaya tersebut….. lapangan dimana benda itu berpangkal. Ia berkesimpulan bahwa pesawat itu telah tinggal landas dan terbang ke arah utara.

Sewaktu La Rubia tengah melihat ke belakang dan ke luar suatu cahaya biru terang kembali menyorot. Ia kini tahu bahwa dirinya sedang berada dalam sebuah ruangan besar berbentuk bulat. Cahaya itu agaknya datang dari langit-langit, dimana warnanya biru tua, lalu sedikit demi sedikit ke bawah ke bawah dindingmenjadi agak muda warnanya hingga akhirnya hampir bercampur dengan warna aluminium dinding-dinding tersebut.

Dalam ruangan besar ini saksi itu melihat ada sebanyak selusin makhluk pada satu sisi dan selusin lagi di sisi lain. Mereka mengingatkannya pada murid-murid sekolah dalam kelas terutama karena kaki-kaki tunggal mereka kelihatan seperti kursi-kursi.

Selama seluruh waktu tadi La Rubia telah meronta serta tak mampu berkata-kata. Namun ketika ia berusaha berteriak suaranya mendadak kembali. Ia berteriak “Apa yang kamu ingini ? Kamu siapa ?” Dengan rasa terkejut ia melihat makhluk-makhluk kecil itu mulai bertumbangan di lantai bagaikan boneka-boneka serdadu dari timah. La Rubia menduga suara kata-katanya telah menyebabkan mereka berjatuhan. Ketika ia berteriak makhluk-makhluk itu semuanya mengangkat anggota-anggota badannya ke puncak antena mereka dan memeganginya. Ujung-ujung antena ini menyerupai sendok-sendok kopi. Antena-antena ini berputaran dengan kecepatan begitu besar sehingga hanya kalau makhluk-makhluk itu memeganginya La Rubia dapat melihat bentuknya.

Setelah cahaya terang menyala lagi La Rubia menampak sebuah benda seperti piano kecil. Semacam kotak yang berukuran sekira enam inci dan berdiri di atas dua kaki dan kira-kira setinggi dada La Rubia. Kecuali alat yang satu ini ruangan tersebut kosong sama sekali.

Pada dua ujung alat itu sebuah antena mencuat. Sepanjang satu sisi kotak alat itu ada sebarisan “kunci” yang mengingatkan La Rubia pada kunci-kunci piano. Pada makhluk itu bergantian menanggalkan benda-benda kecil yang tampak seperti penyuntik dari cantolan-cantolan di ikat pinggang mereka lalu meletakkannya dalam sebuah “kaleng seng” di atas kotak tersebut.
Setiap kali salah satu penyuntik kecil ini diletakkan dalam kotak “seng” itu salah seorang dari mereka menekan sebuah tombol lalu suatu gambar warna yang bergerak muncul pada dinding ruangan. Setiap gambar menunjukkan adegan berbeda.

Pada gambar pertama La Rubia terlihat rebah telanjang di atas suatu meja tak terlihat (?) Ia tengah mengayunkan lengannya kemana-mana sementara salah satu makhluk itu memeriksanya dengan suatu sinar kecil kebiru-biruan yang keluar dari sebuah suntikan dan terarah pada dadanya. Makhluk lain sedang memeriksa kepalanya dengan suatu cahaya biru lain yang tak ada bekasnya. Cahaya itu membuat segalanya biru.

Tak lama kemudian makhluk lain lagi muncul dan menyodorkan sebuah “slide” lain lalu suatu gambar lain tampak.

Setiap gambar “diketengahkan” oleh makhluk lain secara begini.

Pada gambar kedua ia melihat dirinya seorang diri sambil berdiri tapi tetap telanjang bulat.

Gambar ketiga menunjukkan dirinya sudah berpakaian, memakai sepatunya serta membawa kantong berbelanjanya, seperti apa yang lajim dilakukannya. Gigi-giginya gemertakan dan ia kelihatan bingung tapi tiada suara apapun yang ke luar dari bibir-bibirnya. Salah satu lengannya tampak berayun-ayun.

Gambar keempat menunjukkan seekor kuda dan gerobak yang sedang berjalan di sebuah jalanan tanah. Tempatnya tampak tak dikenal. Seorang petani compang-camping, berkaki telanjang, dan mengenakan topi jerami muncul pada gambar tersebut.

Gambar lima menunjukkan dirinya sendiri sedang berdiri di dekat sebuah bola jingga muda.

Pada gambar keenam sekali lagi bola itu tampak tapi kali ini warnanya biru muda dan salah satu makhluk itu berdiri di sisinya.

Gambar ketujuh menunjukkan seekor anjing besar yang berusaha menyerang salah satu makhluk itu tapi tak dapat mencapainya. Dengan moncong yang menunjukkan amat marah binatang itu menggonggong empat atau lima kali. Pada saat itu juga makhluk tersebut mulai meleleh dari atas hingga bawah lalu menjadi semacam bubur.

Manakala La Rubia sedang memberikan keterangan di atas kepada Nyonya Granchi suaranya berubah menjadi makin kerasukan dan terheran-heran. Ia menceritakan pada wanita itu bahwa pada saat adegan ke tujuh tersebut salah satu makhluk yang bersama dia dalam ruangan berlari kedepan, berdiri disampingnya lalu mengacungkan salah sebuah alat penyuntik itu kearah anjing dalam gambar. Tiba-tiba anjing itu berubah jadi biru dan mulai meleleh tepat seperti halnya dengan makhluk itu ketika meleleh, dan akhirnya menjadi semacam “Bubur”.

Pada gambar kedelapan La Rubia melihat sebuah “Pabrik Betebedi”. di sana tampak tiga barisan piring terbang. Betebedi-betebedi pada dua baris di sebelah kanan sudah hampir siap pakai tapi baris di sebelah kiri masih berupa piring-piring terbang pada tahap rerangka belaka. Ketiga baris membentang hingga tak tampak. Segalanya tampak putih bersih sekali. Di situ tampak “jutaan” robot dengan melangkah kian kemari tapi La Rubia tak melihat sebuah alat pun.

Gambar kesembilan menunjukkan sebuah kereta api gaya Jepang yang meluncur di Brasilia. Kereta api itu tampak sudah tua dan nyata lama terpakai. Kecuali tak adanya sebuah jendela pun kereta-api itu tampak biasa-biasa saja. La Rubia melihat kereta itu memasuki sebuah terowongan lalu lenyap dari pemandangan.

Adegan berikutnya ialah sebuah jalan-raya semacam “Avenida Presidente Vargas”….. salah satu jalan besar yang ramai di Rio….. demikian padatnya dengan kendaraan sehingga lalulintas menjadi macet samasekali.

Selama wawancara Nyonya Granchi itu ia mengetahui bahwa La Rubia rupanya melihat gambar-gambar lain tentang mana pria itu segan mengatakan bahwa setelah gambar dirinya sendiri yang sedang berdiri telanjang suatu gambar lain lagi dipertunjukkan. Gambar ini menunjukkan dirinya sedang muntah-muntah dan berak dalam celananya.

Sementara dilakukan “Pertunjukan gambar-gambar” itu salah satu robot bergerak ke tengah ruangan dimana La Rubia berdiri…. tidaklah jelas apakah ia masih tetap disekap dalam sungkup kaca…… lalu mengambil salah satu alat penyuntik dari sabuknya dengan lengan kanan dan dialihkan ke lengan kiri, setelah mana alat itu mulai berputar, begitu cepat putarannya sehingga La Rubia tak dapat mengikutinya dengan matanya. Lalu makhluk tadi mengarahkan alatnya kedirinya; Lengan La Rubia terangkat tanpa dikehendakinya dan penumpang Betebedi itu menusukkan penyuntik pada ujung jari tengah tangan kanan saksi. La Rubia terus mengamatinya ketika penyuntik hampir dipenuhi dengan cairan yang tampaknya adalah darahnya sendiri. Ia tak tahu dengan tepat bagaimana darah itu diambil karena ia tak merasa sakit, dan tak ada bekas apa pun setelah itu.

Makhluk itu kemudian menunjuk ke dinding dan melukis…. rupanya dengan darah La Rubia tadi….. tiga lingkaran merah yang diimbuhi dengan tanda seperti huruf L.

Setelah adegan jalan raya yang ramai dipertunjukkan La Rubia dengan suatu cara “dilempar ke luar” dan jatuh ke atas jalanan dekat seberang setasiun bis Paciencia. Nyonya Granchi mengira ia mungkin telah di-teleport-kan (Teleportasi = Pengalihan gaib seseorang atau benda) ke tempat itu, tepat seperti apa yang mungkin berlangsung pada awal pengalaman La Rubia yaitu di-teleport-kan ke dalam Betebedi itu. Di atas tanah ia menjumpai dirinya sedang berdiri di sebelah salah satu robot tersebut. Segala barangnya ada padanya, bahkan tasnya juga, yang tak ada padanya ketika berada dalam Betebedi.

Setelah mendarat dan mengamati sekelilingnya La Rubia melihat ke arlojinya yang berhenti, pada jam 2.20 pagi. Ia membalikkan badan dan mengetahui bahwa makhluk yang mengiringinya agaknya telah lenyap. Manakala ia melihat ke atas dilihatnya sesuatu yang rupanya adalah dasar sebuah balon raksasa warna timah tapi cuaca masih gelap, dan tanpa adanya tanda-tanda atau lubang apa pun. Benda itu naik makin tinggi ke udara hingga ia tak menampak apa-apa lagi.

Nyonya Granchi bertanya pada La Rubia apakah ia mengetahui adanya saksi lain siapa pun. Ia membilang ya, seorang pria telah bercerita bahwa ia melihat sebuah Betebedi malam itu tapi La Rubia menyangsikan kesaksian orang itu karena pria yang diduga saksi itu adalah seorang pemabuk terus menerus.


(Sumber: Liberty 1461, 5 September 1981)

Senin, 18 Desember 2017

Di Kebumen pernah ada UFO mendarat

Henggar Hatiku menceritakan bahwa dulu tahun sebelum masuk listrik masa kecil ayahnya di kampung di Kebumen, orang-orang kampung pada geger karna ada piring terbang jatuh. Lalu seperti biasa anak2 pada berkumpul ingin melihat sudah seperti mau melihat rumah kebakaran. Dan memang benar, ada piring terbang serta beberapa orang yang sibuk memperbaiki. Orang2 kampung yg melihat hanya bisa melihat dari jauh saja dan diisyaratkan tidak boleh mendekat oleh beberapa orang yg memperbaiki. Setelah selesai piring terbang tsb melesat dengan kecepatan tinggi. Henggar mengatakan bahwa secara detailnya kurang tahu karena ayahnya yang cerita tentang masa kecilnya.

Catatan: Data tahun tidak diketahui.
Diceritakan di sebuah komentar dalam posting di group FB BETA-UFO

Jumat, 15 Desember 2017

Benda asing jatuh di Bengkulu, 27 Oktober 2015




Sebuah benda asing dilaporkan jatuh dari langit lalu meledak di sekitar Desa Pelalo, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Senin (26/10/2015) sekitar pukul 19.30 WIB.

Benda yang diselimuti api jatuh dan meledak di kawasan hutan dan perbukitan Desa Pelalo, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong.

Ledakan keras tersebut sempat mengagetkan warga Rejang Lebong dan beberapa kabupaten tetangga.

Wartawan KOMPAS TV yang menyusuri ledakan hingga siang ini menceritakan bahwa saking kerasnya ledakan itu membuat sejumlah rumah penduduk bergetar hebat padahal berjarak beberapa kilometer dari sumber ledakan.
"Rumah bergetar dan kaca-kaca rumah penduduk pecah," demikian wartawan KOMPAS TV melaporkan dari lapangan.

Hingga siang ini aparat TNI dan wartawan KOMPAS TV masih menuju sumber ledakan.

Pasi Intel Kodim Rejang Lebong Kapten Botani yang memimpin pencarian titik ledakan menyebutkan, pencarian yang dilakukan hingga pukul 03.00 WIB dini hari itu tak membuahkan hasil. Benda itu hingga kini masih misterius.

"Kami telah melakukan penyisiran di daerah perbukitan dan kawasan hutan, tetapi belum menemukan benda apa yang terjatuh itu," kata Kapten Botani via sambungan telepon, Selasa (27/10/2015) seperti dikutip Kompas.com.

Dia menjelaskan, pencarian dilakukan dengan melibatkan unsur TNI-Polri dan dibantu masyarakat. "Pencarian terhadap benda asing itu akan terus dilakukan," kata dia.

Jatuhnya benda asing berukuran besar diselimuti bola api itu memunculkan banyak persepsi masyarakat. Ada yang menduga itu adalah batu meteor, tetapi ada juga yang berspekulasi bahwa benda itu adalah pesawat.

Menjawab pertanyaan tersebut, Botani menyebutkan, kemungkinan kecil jika benda asing itu adalah pesawat terbang, tetapi kemungkinan besar bahwa benda tersebut adalah meteor.
Sebelumnya juga, otoritas Bandara Fatmawati, Bengkulu, menyebutkan bahwa tidak ada penerbangan malam atau pesawat komersial yang melintas di wilayah itu.

"Tidak ada penerbangan malam atau saat benda asing itu meledak di wilayah itu, baik ke Bengkulu maupun provinsi tetangga," kata Subari, petugas di Bandara Fatmawati.





Sumenep, 26 September 2016



 Warga di Kepulauan Gili Genting dan Kepulauan Gili Raja yang berada dilepas pantai kota Sumenep Madura, dihebohkan oleh jatuhnya benda-benda misterius dari langit yang tak dikenal (Unidentified Flying Object / UFO) sekitar pukul 10.00 WIB, pada Senin (26/9/2016).  Beruntung, tidak ada warga yang kejatuhan.

Beberapa benda misterius dari angkasa itu tak hanya ditemukan di daratan, tapi juga di perairan selatan Sumenep, Jawa Timur. Bahkan ada juga yang ditemukan di kandang sapi milik warga Desa Lombang di Pulau Gili Raja.

Untuk menuju lokasi penemuan benda misterius itu, dari Sumenep harus ditempuh dengan kapal atau perahu motor.

Lokasi penemuan merupakan pulau-pulau kecil dilepas pantai Sumenep.

Untuk mencapai lokasi, polisi tak bisa menyandarkan kapal sebab banyak karang, jadi harus jalan kaki setelah kapal berada di perairan dangkal.  Dari Tanjung menempuh perjalanan kaki sekitar 30 menit.

Bagian pesawat, kapal, atau apa? Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep belum bisa memastikan. Kepala BPBD Febrianto menyatakan, awalnya memang ada informasi kecelakaan pesawat dari warga setempat. Namun ia tak berani memastikan karena belum menerima informasi.

Warga Giliraja dan Giligenting, Sumenep, Jawa Timur, kaget setelah menemukan benda-benda misterius di perairan dan daratan. Mereka mengira itu bagian pesawat.

Dari saksi warga, mereka mendengar deru pesawat, lalu  warga mendengar suara ledakan di udara pada pagi hari Senin (26/9/2016).

Tak berapa lama, ada benda-benda mencurigakan yang jatuh di laut dan daratan. Menurut cerita warga, sebelum serpihan jatuh, sempat terdengar suara keras seperti petir.

Bisa jadi benda tersebut merupakan sampah antariksa China, tapi bisa saja bukan, karena ada nomor serial pada benda itu yang memakai huruf dan angka, namun bukan huruf China.


Polisi sudah mengecek benda misterius yang ditemukan di Sumenep, Jawa Timur. Bahkan mereka mengujinya, yaitu tabung berukuran panjang 1,5 meter dan berdiameter 60 centimeter.

Bagian luarnya terbungkus ‘plastik’ atau fiber hitam. Fiber itu diuji polisi dan ternyata pembungkus tabung tak bisa dibakar.

Hingga saat ini belum diketahui jenis benda yang berjatuhan di Sumenep. Juga berapa banyak benda misterius tersebut yang mungkin belum ditemukan.



Sumber: https://indocropcircles.wordpress.com/2016/09/26/ufo-misterius-dari-langit-berjatuhan-di-sumenep-madura/

Rabu, 28 Oktober 1998

Piring Terbang Berisi 31 ET Ditemukan di Siberia

Sumber: Harian Kedaulatan Rakyat, 28 Oktober 1998

DI DALAM RONGSOKAN UFO
31 Mayat Makhluk Antariksa Ditemukan


NEW YORK (KR), Ilmuwan Rusia dilaporkan telah menemukan bongkahan piring terbang (UFO) yang diselimuti bongkahan es raksasa di Siberia secara tidak sengaja ketika mereka mencari tambang uranium. Tabloid The News yang terbit di New York, Senin, mengutip pernyataan ilmuwan Rusia Dr. Yuri Gortonin bahwa penemuan rongsokan piring terbang berdiameter 50 yard adalah "penemuan paling bersejarah di dunia".

"Selama bertahun-tahun ratusan ribu saksi mata melaporkan telah melihat UFO dan bahkan ada yang mengaku diculik makhluk ruang angkasa itu. Tapi kami telah menemukan UFO yang sebenarnya. Inilah penemuan terbesar abad ini," kata Dr. Yuri Gortonin, yang memimpin 22 anggota tim riset yang menyelidiki fenomena UFO. Berdasarkan komputer 'scanning' dan foto ultrasonik, menurut Yuri Gortonin, pada rongsokan piring terbang itu terdapat 31 mayat makhluk angkasa luar.

"Karena medannya sulit dan piring terbang itu jauh terbenam di dalam bongkahan es raksasa, maka kami baru bisa mengevakuasi mayat makhluk asing itu pada pertengahan Desember mendatang," katanya. Berdasarkan penyelidikan awal tim yang dipimpin Gortonin, piring terbang itu diduga jatuh di Siberia karena "kecelakaan".

"Kemungkinan piring terbang itu kehabisan bahan bakar dan terpaksa melakukan pendaratan darurat di padang es yang membeku dimana suhu udaranya 50 derajat di bawah no," katanya.
"Dugaan kami piring terbang itu mengalami musibah ketika melakukan pendaratan darurat di Siberia sekitar 100 tahun lalu," lanjutnya.


Timbunan Es

Peralatan canggih yang digunakan untuk menyelidiki rongsokan pesawat asing itu tidak mendeteksi adanya kehancuran total piring terbang tersebut. "Jadi, kami perkirakan makhluk asing itu tewas bukan karena benturan atau luka-luka, melainkan membeku karena hawa dingin yang luar biasa," katanya.

Selama puluhan tahun piring terbang itu tertimbun es dan setelah 100 tahun timbunan es tersebut mencapai 26 kaki ketebalannya. Pembongkaran bongkahan es raksasa tersebut, menurut Gortonin, membutuhkan waktu beberapa pekan. Apalagi mereka harus menggali dengan hati-hati supaya tidak menghancurkan rongsokan piring terbang itu.
"Kita harus membongkarnya secara bertahap dan secara perlahan, sehingga membutuhkan waktu. Tapi, manakala semua pembongkaran itu selesai dilakukan, kami akan menggegerkan dunia dengan temuan kami," demikian Dr. Yuri Gortonin. (*)


Selain di Harian Kedaulatan Rakyat, berita tersebut juga dimuat di Harian Sore Surabaya Post dan Harian Merdeka (semuanya tanggal 28 Oktober 1998). Untuk Harian Merdeka, berita tersebut berjudul: Piring Terbang Berisi 31 ET Ditemukan di Siberia.

Kamis, 30 April 1998

Dua Nelayan Lapor, Ada UFO Jatuh di Laut?

PIKIRAN RAKYAT, 30 APRIL 1998 - JAWA BARAT  -  BANDUNG

RANGKASBITUNG, (PR).-

Dua orang nelayan penduduk Kampung Sindanglaut Desa Darmasari, Jumroni (19) dan Enuy (26) melaporkan adanya benda jatuh empat kilometer dari pantai Bayah, Selasa (28/4) kemarin. Laporan kedua nelayan kepada Polsek Bayah ini didasarkan pada penglihatannya adanya benda di angkasa yang oleng, menyala dan jatuh ke laut.

"Secara samar-samar saya melihat ada pesawat di atas Samudra Indonesia yang oleng dan jatuh ke laut. Warnanya hijau," ujar Jumroni. Keterangan Jumroni ini dibenarkan pula oleh Enung yang merupakan rekan Jumroni saat menangkap ikan di laut.

Mendapat laporan dari dua orang warganya, aparat di Polsek Bayah segera melaporkan kejadian ini ke Mapolres Lebak. "Saya memang menerima laporan dari Polsek Bayah tentang adanya pesawat jatuh itu dan sudah memerintahkan untuk segera melakukan pengecekan," ujar Kapolres Lebak Letkol Pol. Drs. Neddy Yuriadi ketika dikonfirmasikan adanya laporan ini.

Selain menerjunkan anggotanya, Kapolres juga telah meminta bantuan para petugas dari Satpol Air dan pihak Koramil setempat, untuk melakukan pengecekan dan pencarian.

Sampai saat ini, para petugas kesulitan untuk mencari benda yang jatuh itu. Selain karena kedalaman laut yang mencapai 45 meter dan ombaknya yang setinggi dua meter, di lokasi yang ditunjukkan oleh kedua orang nelayan itu, tidak ditemukan bercak-bercak minyak sama sekali. Meski demikian kegiatan pencarian tetap terus dilakukan.

"Kami pun sudah menghubungi beberapa pangkalah udara untuk menanyakan kemungkinan ada armadanya yang jatuh. Tapi sampai sekarang belum ada yang melaporkan adanya pesawat jatuh," ujar Neddy.

Ditanya tentang kesaksian para pelapor yang menyatakan melihat dengan jelas adanya pesawat berwarna hijau, Neddy menyatakan bahwa di laut kemungkinan salah melihat bisa saja terjadi.
"Banyak kejadian aneh di luat. Bisa saja ikan lumba-lumba sedang meloncat yang dikira pesawat. Lagipula, masa ada pesawat berwarna hijau," guraunya.***

Senin, 07 Juli 1997

Ilmuwan Mengklaim: Analisis Atas Reruntuhan Pesawat Ruang Angkasa Terbukti Milik Makhluk ET

Sumber: Suara Pembaruan, 7 Juli 1997


Reuters

UFO - Juana Bravo dari Roswell menjelaskan otopsi makhluk angkasa luar yang tertinggal ketika sebuah Benda Angkasa Luar Tak Dikenal (UFO) jatuh pada tanggal 4 Juli 1947 di dekat Roswell. Roswell menyelenggarakan konvensi internasional tentang UFO untuk menandai peringatan 50 tahun peristiwa di Roswell tersebut.

ROSWELL - Ketika Mars menjadi perha- tian dunia, seorang ilmuwan mengklaim bahwa analisis terhadap reruntuhan sebuah pesawat ruang angkasa yang jatuh 50 tahun lalu di sini terbukti merupakan milik mahluk angkasa luar (extraterrstrial/ET).

Russell Vernon Clark, seorang peneliti pada Universitas California di San Diego, memperlihatkan foto-foto potongan reruntuhan itu dan hasil pengujian isotop terhadap komposisi materialnya.
Pengujian itu dilakukan bersama seorang profesor dari Universitas Stanford di California, namun pihak penyelenggara menolak menyebutkan namanya. Mereka mengatakan hal itu atas permintaannya, namun namanya akan segera diumumkan.

Sebuah benda berbentuk segitiga berwarna campuran biru, hijau gelap dan metalik ''bisa dianggap sebagai hasil buatan dan bukan terjadi secara alamiah,'' kata Clark.

''Bisa dianggap berasal dari ET,'' ujar Clark, yang menambahkan bahwa penemuan itu akan dipaparkan pada suatu jurnal ilmiah untuk mendapatkan tanggapan.

Dia mengatakan benda itu 99 persen silikon dan satu persen terbuat dari nikel, perak, seng dan germanium yang menurut pengujian isotop hal itu tidak berkaitan dengan elemen-elemen yang ditemukan di bumi. (AFP/K-6)

Popular Posts